| mezhaluna kafka navicha, 3 tahun. |
entah dosa apa anak kecil yang masih polos ini, terlahir ke dunia ini dan punya om hina macam gue, ya . Mezhaluna namanya a.k.a Luna, dia keponakan gue yang pertama dari bapak yang insyaallah bertanggung jawab atas anak ini.
dengan lahirnya anak ini, terpaksa gue yang masih muda belia penuh pesona dan karisma ini harus di panggil om... sebuah panggilan yang seakan-akan menambah umur gue 10 tahun lebih tua.
tapi it's ok,, gue gak nyesel karena anak ini ponakan gue pinternya gak ketulungan, agak bandel sih untuk ukuran cewek. ini analisis gue tentang si bocah..
pertama, dulu waktu dia lahir udah nyusahin ibunya, dia lahir kaki duluan dan norma tanpa caesar, kata orang jawa sih ini pertanda bagus buat si anak, gue sedikit ragu akan pernyataan ini. bagus darimana? lahir kaki duluan mah nyiksa !
kedua, dia anaknya kuat banget, udah puluhan kali lah ada kepalanya kebentur tembok, dan sekarang dia masih baik-baik aja tanpa mengalami gangguan mental sedikitpun. salut !
kedua, dia anaknya kuat banget, udah puluhan kali lah ada kepalanya kebentur tembok, dan sekarang dia masih baik-baik aja tanpa mengalami gangguan mental sedikitpun. salut !
ketiga, disaat anak seusianya mainan boneka atau mainan-mainan cewek, dia malah mainan obeng, kunci pas dan segala hal barang-barang bobrok lainnya. orang tua mana yang gak bingung melihat perkembangan anaknya seperti ini.
keempat, ini anak kalo udah minta sesuatu harus diturutin, kalo gak ya bisa hancur semua rumah diobrak-abrik ma ni bocah, contohnya aja, pernah sekali waktu dia minta dibeliin MAGNUM 3 biji sekaligus, iya 3... ntah apa yang dipikirkan anak ini waktu itu. semoga orang tuanya sabar menghadapi.
kelima, akibat siaran-siaran televisi yang gak bertanggung jawab, di usianya sekarang, dia udah hafal lagu iwak peyek, keong racun dan lagu-lagu sinetron. mau jadi apa lo nak nanti???? heran gue.
keenam, gue tadi bilang dia ini pinter, buktinya sekarang aja dia udah pandai bicara, tahu beberapa kosakata hewan dalam bahasa inggris, nyanyi lagu anak-anak apapun dia sanggup. bandingkan dengan gue yang seumuran dia dulu kala, masih belum bisa apa2 dan hanya bisa nangis dipojokan atau kalo gak nangis galau di bawah shower. cih !!benar-benar hina.
tapi walopun begitu anak inilah yang gue kangenin setiap pulang kerumah selain orang tua gue, semoga dia berkembang menjadi anak sholehah, pinter dan berguna bagi keluarganya, jangan sampai deh hidup nista macam om nya ini. . . suram. . .







0 komentar:
Posting Komentar